Sosialisasi PILKADES 2019


Pesta Demokrasi Desa, khususnya di Desa Banjarwaru telah memasuki tahap “Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa.” Acara yang dilaksanakan pada Minggu, 8 Desember 2019 ini dihadiri oleh Abdul Basar, S.H. selaku Pemimpin Kecamatan Lumajang, Aparat keamanan seperti perwakilan dari Kapolsek serta Danramil. Staf Desa, Panitia, Calon Kepala Desa beserta saksi dari masing-masing calon juga turut melengkapi acara yang diselenggarakan di kantor Balai Desa Banjarwaru malam ini.


Tiga komponen yang harus dipenuhi untuk mesukseskan Pemilihan Kepala Desa, yang pertama adalah adanya Calon Kepala Desa, kemudian, Kedua adanya Panitia penyelenggara, dan ketiga adalah saksi. Ketiga komponen ini harus menjalankan tugas pokok dan fungsinya masing- masing.


Sosialisasi yang dipimpin langsung oleh ketua panitia ini, berisikan petunjuk teknis pelaksanaan pemilihan kepala desa, mulai dari pelipatan surat suara, hingga pengarahan sah tidaknya sebuah surat suara. Serta pemberitahuan tahapan kegiatan pemilihan kepala desa sampai tanggal 18 Desember 2019. Rangkaian tahapan tersebuat antara lain adalah pada tanggal 11, 12 dan 13 Desember 2019 adalah hari kampanye, yang diawali dengan agenda penyampaian visi dan misi pada tanggal 11 Desember 2019 di kantor Balai Desa. Kemudian pada tanggal 12 Desember 2019 juga terdapat agenda pengambilan, pelipatan serta penghitungan surat suara. Sementara tanggal 14, 16 dan 17 Desember 2019 merupakan hari tenang sehingga dihimbau kepada masing-masing calon untuk tidak melakukan kegiatan yang bersifat kampanye. “Kerja panitia saat ini mulai dicari kesalahannya, di caci kemudian diintervensi.” ujar Soeradi, selaku Ketua panitia. “Saya menghimbau agar seluruh masyarakat Desa Banjarwaru khususnya panitia dan para saksi tidak mudah diintervensi dan terprovokasi.” tambahnya. Acara ditutup dengan himbauan dari Pak Camat “Pada saat hari H, pelaksanaan pemilihan kepala desa suasananya harus tetap tenang dan kondusif serta seluruh calon harus legowo dengan apapun hasilnya nanti.” pungkas beliau.

Pesta demokrasi desa itu milik seluruh masyarakat desa. Euforia dan fanatisme yang sewajarnya saja. Karena kita tidak bisa benar-benar tahu batas hitam putihnya sebuah proses politik.

Posting Komentar

0 Komentar