SARAN DARI PENGGAGAS KAMPUNG TANGGUH UNTUK PILOT PROJECT KAMPUNG TANGGUH SEMERU

Kampung Tangguh merupakan hasil gagasan dari tim satgas covid 19 Universitas Brawijaya. Dimana pada awalnya, ide tersebut hanya ingin digunakan untuk kampung lingkar kampus saja. Hanya saja, terdapat ketertarikan dari kampung disekitarnya untuk menerapkan hal yang sama. Tak tanggung tanggung, di Malang sudah mencapai kurang lebih 70 kampung yang mendirikan kampung Tangguh. Dari hal tersebut, sehingga mencuri perhatian dari Bapak dan Ibu Gubernur. Setelah memastikan kebaikan kampung tangguh ini, maka Gubernur menetapkan bahwa kampung Tangguh layak dijadikan pilot project di Provinsi Jawa Timur. Sehingga sampailah Kampung Tangguh tersebut di Lumajang.
Kampung Tangguh pertama di Kabupaten Lumajang berada di desa Banjarwaru Kecamatan Lumajang. Pada tanggal 27 Mei 2020 Bapak Bupati sendiri yang melaunching Kampung Tangguh Semeru yang ada di Desa Banjarwaru. Sehingga secara tidak langsung, hal ini menjadikan Banjarwaru sebagai role model yang ada di Kabupaten Lumajang. Berasal dari hal tersebut, membuat Banjarwaru dikunjungi oleh pejabat pejabat yang ada di Provinsi Jawa Timur. Mulai dari Perwira Pengamat Wilayah Polda Jatim yaitu Kombes Pol Gidion Arif kemudian Waddires Narkoba Polda Jatim AKBP Nasriadi, SH. SIK. MH. Selanjutnya penggagas kampung Tangguh yaitu Dr. Mufid Jamroni S.Pt. M.Si sebagai ketua tim satgas Covid 19 Universitas Brawijaya dan Dr. Samsul Hadi, S.Pt. sebagai tim satgas covid 19 Universitas Brawijaya. Seluruh peninjauan memberikan kesan yang baik dan memberikan apresiasi kepada pemerintah desa Banjarwaru beserta kader kampung Tangguh di desa banjarwaru. Hanya saja, terdapat beberapa masukan dari Dr. Samsul Hadi, S.Pt selaku penggagas kampung Tangguh. Pertama, Tangguh Kesehatan sudah sesuai hanya saja APD yang digunakan tidak standar. Untuk itu, diharapkan ada transfer APD dari gugus tugas Kabupaten. Kedua, harus disiapkan protokoler untuk pasien yang meninggal dirumah dan belum terbungkus kantong mayat karena berbeda penanganannya. Ketiga, tata cara sholat jenazahnya juga harus disiapkan. Keempat, untuk logistik yang perlu ditambahkan adalah tanda terima dari donatur agar transparan. Kelima, kampung Tangguh semeru perlu tambahan Tangguh informasi, tujuannya adalah untuk mengklarifikasi berita yang tidak benar. Selain itu, juga untuk mengedukasi masyarakat agar bisa membedakan gejala antara pasien covid dan tidak. Keenam, Tangguh psikologi juga perlu ditambahkan untuk memfasilitasi keluhan keluhan warga dimasa pandemi. “Saat ini, kita memasuki masa transisi. Dimana kita akan memasuki pola hidup baru. Sehingga kita sudah harus terbiasa dengan pola pola hidup baru. Biasa memakai masker, biasa cuci tangan. Biasa jaga jarak. Seluruh aktivitas kehidupan sudah ada SOP nya. SOP tersebut yang akan membantu kita semua meneruskan hidup berdampingan dengan virus corona “ begitu pesan dari tim satgas covid 19 Universitas Brawijaya tersebut.






Posting Komentar

0 Komentar