DARI PENGUSAHA JADI KEPALA DESA


Samsul Arifin, S.Pt. lahir di Lumajang, tanggal 4 April 1981 dari pasangan H. Nur Hasan dan Hj Dewi Zulaichah. Samsul Arifin adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Samsul kecil sudah terlatih untuk mandiri dan membantu meringankan pekerjaan kedua orang tuanya. Hal ini yang menjadi latar belakang beliau menjadi sosok pekerja keras dan bertanggung jawab. Pada saat SMA, Samsul Remaja pernah mengikuti seleksi calon paskibraka Kabupaten. Namun pada saat itu, dia melakukan satu kesalahan yaitu terlambat, sehingga membuatnya tidak lolos dalam seleksi paskibraka. Dari kesalahan ini dia belajar pentingnya sebuah kedisiplinan.

Ayah dari Dewa dan Ghendis ini, pernah mengenyam pendidikan di dua Universitas ternama di Jatim, Tahun 2000 di Politeknik Negeri Jember jurusan D-3 Peternakan dan melanjutkan S1 di Universitas Brawijaya. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Samsul Arifin bekerja sebagai Technical Support (TS) di salah satu perusahaan. Sebagai TS dia selalu berhadapan dengan pemilik dari berbagai perusahaan. Kesetaraan pola pikir dan penyesuaian sudut pandang membuat Beliau mendapatkan banyak pelajaran dari pemilik-pemilik perusahaan yang beliau temui. Pria yang menikahi Nafik Antatik, SE. memulai menjadi pengusaha dengan jual beli ayam hidup. Setelah mengetahui seluk beluk usaha ayam, dia belajar membuka kemitraan sendiri yang dulunya bernama SMART (Semangat Makmur Ternak) dan merger dengan UMI Grup dua tahun berikutnya.
Disamping kemampuan leadership beliau yang tidak bisa diragukan lagi, Samsul juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Hal ini ia tunjukkan dengan aktif mengikuti organisasi dari masih mengenyam Pendidikan hingga hidup bermasyarakat. Berawal dari pengalaman tersebut dan didukung dengan beberapa pertimbangan, akhirnya membuat Samsul ikut mencalonkan diri menjadi kepala desa dalam Pilkades Banjarwaru 2019 untuk mengabdikan waktu dan pikirannya kepad Desa Banjarwaru.
Setelah mengikuti serangkaian proses PILKADES, dengan kegigihannya merangkul semua warga Desa Banjarwaru untuk membangun Desa Banjarwaru lebih baik dan maju, akhirnya Beliau terpilih menjadi Kepala Desa Banjarwaru periode 2020 -2026.
Menurut beliau, bekerja di pemerintah desa itu pengabdian. Jadi harus mengerti peran dan fungsinya sebagai abdi desa, agar tidak merasa terbebani dalam menjalankan tugas. (kim2020)

Posting Komentar

0 Komentar