RUWAT SAWAH : USIR TIKUS SAWAH




Banjarwaru merupakan salah satu desa yang memiliki potensi alam yang melimpah. Hal ini disebabkan oleh lahan pertaniannya sangat luas. Sehingga mata pencaharian sebagian besar warganya adalah sebagai petani dan buruh tani. Hal inilah yang melatarbelakangi Pemerintah Desa Banjarwaru bersama kelompok tani mengadakan ruwatan sawah. Ruwatan sendiri merupakan upacara yang dilakukan untuk membebaskan dari nasib buruk dan ancaman malapetaka.1  Terdapat serangkaian prosesi dan sarana yang digunakan dalam ruwatan. Beberapa sarana yang digunakan dalam ruwatan kemarin yang pertama adalah tumbuhan yang terdiri dari pisang raja setundun, kelapa muda, pohon tebu dengan daunnya, daun beringin dan semuanya diikat menjadi satu dan diletakkan pada tiang pintu depan. Hal ini memiliki makna bahwa nikmat tuhan berupa tumbuhan harus disyukuri dengan cara merawat dan menggunakannya dengan bijak. Padi empat ikat yang melambangkan bahwa perintah sedekah (zakat) dalam rukun islam terdapat pada urutan keempat. Kemudian beras yang diolah dalam berbagai macam bentuk makanan seperti nasi golong, nasi kuning, aneka bubur (jenang) dan lainnya. Untuk yang satu ini, maknanya adalah setiap pemberian dari Tuhan harus disyukuri dan dibagi kepada yang membutuhkan. Ayam jawa memiliki makna bahwa segala bentuk binatang yang dimiliki harus disedekahkan ketika sudah berkembang menjadi banyak. 2  Dan masih banyak lainnya.

Salah satu prosesi ruwatan dilakukan kemarin adalah dengan pagelaran wayang. Dalang Anom Surompo tidak hanya meruwat sawah namun juga meruwat Bapak Kepala Desa, Ketua PKK, seluruh perangkat dan staf, dan jajaran pemerintahan yang berada dalam naungan pemerintah desa. Hal ini dimaksudkan agar menjauhkan hal-hal yang sifatnya “tidak baik” dan mendatangkan kebaikan baik untuk hasil pertanian maupun untuk desa banjarwaru tentunya.


 1 Akhwan, Suyanto dan Roy. 2010. Pendidikan Moral Masyarakat Jawa (Studi Nilai-Nilai Pendidikan Moral dalam Tradisi Ruwatan). Vol IX No 2 Februari 2010. Hal 208

2 ibid. 215-216  


Posting Komentar

0 Komentar