Bengkel Desa Kelas Ibukota

“Yang membuat nyaman dan betah dalam bekerja adalah kita menyukai pekerjaan tersebut, serta pekerjaan saya adalah tentang komunikasi dengan teman, karena teman akan membawa teman, dan teman akan membawa pelanggan.” begitu pungkasnya.

Ega Norton, warga Jl. Semeru RT 01 RW 01 Desa Banjarwaru adalah salah satu pemuda inspiratif yang ada di Desa Banjarwaru. Pasalnya, laki-laki yang memiliki hobi naik gunung ini memiliki keahlian khusus dibidang otomotif khususnya reparasi motor klasik. Tidak tanggung-tanggung ia mendapat kepercayaan dari seorang Indro Warkop, Omesh, dan beberapa artis nasional lainnya untuk memperbaiki motor klasiknya pada saat komunitas motor klasik melakukan touring dan singgah di bengkel milik pria yang dulunya berkuliah di jurusan PGSD Universitas Kanjuruhan Malang tersebut.
Menurut salah satu pembuat mesin dalam project Get Plastic Indonesia itu, ia mulai mengenal motor klasik sejak TK. Pada saat itu yang ia kendarai adalah motor HMW buatan Jerman. Dimasa SMA, Ega mulai mengikuti komunitas motor klasik di Lumajang dan Jawa Timur, sehingga membuatnya mengenal banyak orang dan menambah teman.
Seiring berjalannya waktu sembari kuliah, ia mulai mencoba bongkar-bongkar motor klasik kemudian Ega mencoba membuat suku cadang untuk motor klasik milik sendiri, karena dulu spare-part motor klasik sulit untuk didapatkan di Lumajang. Dari situlah akhirnya banyak teman dan kerabat Ega yang memesan spare part motor klasik kepadanya. Dari satu pesanan kemudian bertambah hingga Eaga memperkerjakan teman-temannya dalam pembuatan spare part ini.
Pelanggan yang paling jauh dari wilayah barat adalah DKI Jakarta sementara wilayah timur adalah pelanggan dari Bali, ada yang pesan spare part, ada juga yang motornya diperbaiki disini. Sementara ketika ditanya motor yang paling tua dan pernah diperbaiki, Ega menjawab motor Trayen tahun 1927 buatan Inggris. (kimbjwr)

Posting Komentar

0 Komentar